Showing posts with label mesin. Show all posts
Showing posts with label mesin. Show all posts

Sunday, August 21, 2011

Pemeriksaan Mesin Kendaraan Bekas

Pemeriksaan mesin pada kendaraan bekas yang Anda hendak beli merupakan bagian yang paling penting. Karena jika salah melakukan pemeriksaan pada mesin, maka Anda akan mengeluarkan biaya yang sangat besar di kemudian hari. Berikut ini adalah bagian-bagian yang perlu diperiksa secara detail.
  1. Pastikan bahwa pergantian oli dilakukan secara berkala dengan cara melihat catatan servis berkala yang dilakukan pemilik.

  2. Pastikan mesin mobil tidak terlihat kotor, tercium aroma oli terbakar di bawah kap mesin, adanya karat di ujung terminal baterai aki, oli bocor, dan semua hal yang menandakan minim perawatan. Teriminal aki yang kotor biasanya terdapat karat & sedimen (kerak).

  3. Periksa kapasitas oli mesin dengan kondisi mesin mati. Cabut tongkat indikator oli. Bersihkan dan masukkan kembali, setelah itu tarik lagi. Periksa tingkat ketinggiannya. Normalnya ketinggian oli ada di antara tanda LOW dan FULL. Jika oli berada di level paling bawah dan terlihat sangat kotor, bisa pertanda buruk. Pasalnya, besar kemungkinan oli ikut masuk ke ruang pembakaran. Kemungkinan lainnya adalah oli jarang diganti pada waktu yang lama.

  4. Periksa kualitas oli mesin dengan memegang oli dan pastikan apakah ada serpihan kotoran hitam yang menempel pada tongkat indikator oli. Apabila ada serpihan, maka ini mengindikasikan ada bagian/komponen mesin mengalami keausan.

  5. Periksa juga apakah ada kebocoran oli di ruang bakar. Untuk mengetahuinya periksa asap yg keluar dari knalpot. Jika berwarna biru/putih mengindikasikan bahwa ada kebocoran oli di ruang bakar. Bila hitam menandakan ada bahan bakar yang terbakar tidak sempurna dan ini berarti mobil lebih boros BBM.

Friday, January 7, 2011

Tips Memilih Pelumas Yang Baik

Memilih Pelumas :
Perhatikan tingkat mutu dan kekentalannya

Saat ini banyak sekali jenis dan merek pelumas yang beredar di pasar, masing-masing menawarkan kelebihan. Karenanya tak jarang banyak pengguna pelumas yang bingung memilih pelumas yang sesuai untuk kebutuhan mesinnya. Sayangnya, tak semua pemakai pelumas memahami dasar penggunaan pelumas. Biasanya pemilik kendaraan pasrah saja dan mempercayakan urusan yang satu ini kepada para mekanik di bengkel. Apapun kata mekanik mereka terima begitu saja. Karena tak heran jika satu mobil sering berganti-ganti merek dan jenis pelumas, sesuai saran dan "kepentingan" mekanik.

Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih pelumas yang baik untuk mesin kendaraan?
Minyak pelumas terdiri dari berbagai jenis. Dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan persyaratan mesin yang telah ditentukan oleh pembuat mesin. Karena itu kenalilah mesin anda dan ketahuilah pelumas dengan spesifikasi apa yang direkomendasikan untuk digunakan. Mesin-mesin diesel berbahan bakar solar seperti truk atau angkutan umum berbeda kebutuhan pelumasnya dengan mobil yang berbahan bakar bensin. Karena itu ada pelumas yang dirancang khusus untuk mesin bensin, ada pula yang dirancang khusus untuk mesin diesel. Tapi ada juga pelumas yang dapat digunakan untuk keduanya, untuk mesin bensin bensin sekaligus mesin diesel. Pelumas yang pada spesifikasinya tercantum kode ganda misalnya SG/CD, berarti pelumas tersebut dapat digunakan untuk mesin bensin (dengan spesifikasi SG) dan mesin diesel (dengan spesifikasi CD). Penyebutan kode SG terlebih dahulu menyatakan bahwa pelumas tersebut lebih diutamakan untuk mesin bensin.

Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Dalam memilih pelumas ada dua hal yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu : klasifikasi mutu pelumas (API Service) dan tingkat kekentalan pelumas (SAE).

Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service)
Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin.

Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata "API Service", diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ.

Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH-4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin.

Tingkat Kekentalan
Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan "lapisan" di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.

Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE - Society of American Engineers.

Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :
  1. Pelumas dengan kekentalan tunggal (mono grade)
    Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll
  2. Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
    Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40, SAE 20W-50, dll
Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50.

Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut "dingin tidak beku, panas tidak cair". Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin.

Sumber: Evalube

Monday, December 6, 2010

Apakah Variable Cylinder Management (VCM) itu?

Performa mesin 3,5 liter V6 i-VTEC pada All New Full Size Honda Accord semakin disempurnakan dengan penambahan teknologi Varible Cylinder Management (VCM), yang mampu mengatur jumlah silinder yang aktif dalam melakukan pembakaran sesuai dengan beban mesin, medan yang dilalui, serta kecepatan kendaraan.

Cara Kerja VCM

- Beban Mesin Berat
Pada saat mobil membutuhkan tenaga, seperti dalam keadaan mendaki atau akselerasi, VCM mengatur mesin agar beroperasi penuh dengan 6 silinder yang bekerja secara bersamaan untuk pembakaran bahan bakar yang optimal dan menghasilkan kekuatan yang besar.

- Beban Mesin Sedang
Saat kendaraan melaju dengan kecepatan sedang atau melakukan akselerasi dengan perlahan, VCM menutup dua buah katup sehingga mesin bekerja dengan 4 silinder, untuk menghasilkan keseimbangan optimal antara tenaga dan efisiensi bahan bakar.

- Beban Mesin Rendah
Pada saat kendaraan bergerak dalam kecepatan rendah atau dalam kondisi cruising, maka hanya 3 silinder segaris yang bekerja untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar. 
















Sumber: Honda

Sunday, November 21, 2010

Tips Bila Terjadi Overheat

Overheat ditandai dengan pengukur temperatur mesin menunjukkan temperatur yang terlalu panas, adanya gejala kurang tenaga, atau bila terdengar suara mengelitik (knocking) yang keras.
Jika terjadi overheat pada kendaraan Anda, maka lakukanlah langkah-langkah berikut:
  • Hentikan kendaraan, nyalakan lampu darurat, pindahkan transmisi ke posisi 'P' (otomatis) atau ke posisi netral (manual) dan tarik tuas rem parkir, matikan AC bila mesin masih hidup.
  • Bila air pendingin atau uap terlihat keluar dari radiator atau tangki reservoir, matikan mesin, tunggu sampai uap keluar sebelum membuka kap mesin. Bila air tidak mendidih atau keluar uap, biarkan agar mesin tetap hidup.
  • Jangan mencoba membuka tutup radiator pada saat mesin dan radiator masih panas, karena dapat menimbulkan luka yang serius akibat pancaran air dan uap yang panas dari radiator bertekanan tinggi.
  • Periksa apakah ada kebocoran air pendingin dari radiator, selang, dan bagian kolong kendaraan. Ingat bahwa air yang keluar dari AC adalah gejala normal setelah pemakaian.
  • Periksa secara visual apakah drive belt mesin kendor atau putus. Bila ternyata drive belt mesin masih oke dan tidak dijumpai adanya kebocoran air pendingin, maka mesin dapat didinginkan dengan lebih cepat, dengan membiarkannya tetap hidup pada kira-kira 1500 rpm selama beberapa menit dengan sedikit menekan pedal akselerasi. Bila drive belt mesin putus atau air pendingin bocor, matikan mesin dengan segera, dan hubungi bengkel terdekat.
  • Periksa tangki reservoir, bila kosong tambahkan air ke dalam reservoir sambil membiarkan mesin tetap hidup, tambahkan kira-kira setengah penuh. Setelah temperatur pendingin mesin menjadi normal kembali, cek kembali permukaan air di dalam tangki reservoir. Bila perlu, tambahkan lagi hingga setengah penuh. Berkurangnya air yang serius menunjukkan adanya kebocoran dalam sistem, oleh karena itu segera hubungi bengkel terdekat.
Sumber: Toyota

Monday, November 1, 2010

Tips untuk Menghindari Kerusakan pada Fuel Pump

Banyaknya kerusakan yang terjadi pada fuel pump mobil belakangan ini, membuat resah para pemilik mobil. Untuk mencegah semakin banyaknya pemilik mobil yang terkena masalah pada fuel pumpnya, berikut adalah tips khusus yang dihimpun oleh tim teknik Garda Oto untuk menghindari kerusakan pada fuel pump.
1.Isi BBM pada SPBU yang relatif baru dan baik
Hal ini bertujuan agar dapat menghindari endapan kotoran dalam penyimpanan BBM di SPBU tersebut

2.Pengisian BBM jangan menunggu tangki dalam kondisi kosong
Karena apabila volume BBM di dalam tangki dalam kondisi ¼ body fuel pump tidak terendam sempurna, efeknya fuel pump akan menjadi cepat panas dan cepat rusak. Tangki BBM kosong dapat berakibat buruk lantaran endapan kotoran lebih berpotensi terhisap masuk kedalam fuel pump. Hal ini dapat mengakibatkan brush di dalam motor listrik fuel pump menimbulkan hubungan singkat (short)

3.Lakukan perawatan dan pengecekan saringan bahan bakar (secondary filter dan primary filter) secara rutin
Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui seberapa besar endapan kotoran dalam tangki BBM

4.Lakukan perawatan kuras tangki bahan bakar
Untuk mengetahui banyak endapan di dalam filter bahan bakar.

Sumber: Garda Oto

Monday, October 18, 2010

Langkah Memeriksa Permukaan Oli Mesin

  1. Matikan mesin ketika telah mencapai temperatur kerja.
  2. Untuk mendapatkan pembacaan yang benar, maka kendaraan harus diparkir di tempat yang rata.
  3. Tunggu dulu beberapa menit agar oli turun ke dasar mesin setelah dimatikan.
  4. Tarik dipstik oli keluar dan hapus dengan kain lap.
  5. Masukkan kembali dipstik dengan mendorong sejauh mungkin. Jika tidak, maka pembacaan dapat menjadi keliru.
  6. Tarik kembali dipstik oli keluar dan periksalah permukaan oli pada bagian ujungnya.
  7. Apabila ternyata permukaan oli berada di bawah atau sedikit di atas garis permukaan rendah, tambahkan oli mesin dengan tipe yang sama. Lepaskan tutup pengisi oli dan tambahkan oli sedikit demi sedikit, kemudian periksa dengan dipstik. Penggunaan corong akan memudahkan pengisian.
  8. Berhati-hatilah untuk tidak menumpahkan oli mesin pada komponen kendaraan.
  9. Hindari pengisian yang berlebihan karena dapat merusak mesin.
  10. Selalu periksa permukaan oli mesin secara berkala. Oli mesin merupakan cairan vital mesin Anda.
Sumber: Toyota

Saturday, October 16, 2010

Tips Mengetahui Kondisi Mesin Kendaraan dari Busi

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui keadaan mesin kendaraan. Salah satunya adalah dengan melihat warna dan bentuk kondisi busi. Berikut ini adalah warna dan bentuk kondisi busi pada elektroda serta dengan analisisnya.
  1. Coklat agak keabu-abuan. Ini berarti busi bekerja dengan normal namun telah mendekati batas usia pemakaian. Sebaiknya segera ganti baru.
  2. Kekuning-kuningan. Mesin mengalami overheat, sehingga suhu dan tekanan pada mesin naik secara drastis. Sebaiknya lakukan pengecekan sistem pendingin mesin seperi cairan pendingin, radiator, selang-selang, dsb.
  3. Kemerahan. Ini menandakan lapisan elektroda telah terkelupas akibat mesin mengalami overheat. Lakukan pemeriksaan pada sistem pendingin mesin.
  4. Gosong. Terdapat timbunan kerak dan elektrodanya gosong. Ini berarti setelah bahan bakar tidak benar. Periksa saluran suplai bensin dan sistem kelistrikan lainnya.
  5. Meleleh. Elektroda meleleh dan terlihat gosong akibat busi mengalami pemanasan yang salah. Terjadi kebocoran pada komponen mesin yang menyebabkan pelumas turut terbakar di ruang mesin.
  6. Kerak Tebal. Timbunan kerak tebal disebabkan oleh pemakaian bahan bakar yang buruk. Dapat juga diakibatkan karena kebocoroan pada sil di klep yang membuat pelumas merembes hingga ke busi.
  7. Basah. Terdapat sisa pelumas pada elektroda dan kepala busi, mesin mengalami detonasi atau ngelitik. Lakukan pemeriksaan timing pengapian atau gunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin.
  8. Bengkok. Elektroda menempel pada kepala busi akibat dihantam oleh piston. Segera lakukan pemeriksaan kompenen internal mesin.
Sumber: Kompas